Rabu, 16 Februari 2011

Kekuatan Raksasa Militer Indonesia 1960


1960-an, Era Presiden Sukarno.
kekuatan militer Indonesia adalah salahsatu yang terbesar dan terkuat di dunia. Saat itu, bahkan kekuatan Belanda sudah tidak sebanding dengan Indonesia, dan Amerika sangat khawatir dengan perkembangan kekuatan militer kita yang didukung besar-besaran oleh teknologi terbaru Uni Sovyet.

1960, Belanda masih bercokol di Papua. Melihat kekuatan Republik Indonesia yang makin hebat, Belanda yang didukung Barat merancang muslihat untuk membentuk negara boneka yang seakan-akan merdeka, tapi masih dibawah kendali Belanda.

Presiden Sukarno segera mengambil tindakan ekstrim, tujuannya, merebut kembali Papua. Sukarno segera mengeluarkan maklumat "Trikora" di Yogyakarta, dan isinya adalah:
1. Gagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan kolonial Belanda.
2. Kibarkan Sang Saka Merah Putih di seluruh Irian Barat
3. Bersiaplah untuk mobilisasi umum, mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air bangsa.

Berkat kedekatan Indonesia dengan Sovyet, maka Indonesia mendapatkan bantuan besar-besaran kekuatan armada laut dan udara militer termaju di dunia dengan nilai raksasa, US$ 2.5 milyar. Saat ini, kekuatan militer Indonesia menjadi yang terkuat di seluruh belahan bumi selatan.

Kekuatan utama Indonesia di saat Trikora itu adalah salahsatu kapal perang terbesar dan tercepat di dunia buatan Sovyet dari kelas Sverdlov, dengan 12 meriam raksasa kaliber 6 inchi. Ini adalah KRI Irian, dengan bobot raksasa 16.640 ton dengan awak sebesar 1270 orang termasuk 60 perwira. Sovyet, tidak pernah sekalipun memberikan kapal sekuat ini pada bangsa lain manapun, kecuali Indonesia. (kapal-kapal terbaru Indonesia sekarang dari kelas Sigma hanya berbobot 1600 ton).


Angkatan udara Indonesia juga menjadi salahsatu armada udara paling mematikan di dunia, yang terdiri dari lebih dari 100 pesawat tercanggih saat itu. Armada ini terdiri dari :
1. 20 pesawat pemburu supersonic MiG-21 Fishbed.
2. 30 pesawat MiG-15.
3. 49 pesawat tempur high-subsonic MiG-17.
4. 10 pesawat supersonic MiG-19.


Pesawat MiG-21 Fishbed adalah salahsatu pesawat supersonic tercanggih di dunia, yang telah mampu terbang dengan kecepatan mencapai Mach 2. Pesawat ini bahkan lebih hebat dari pesawat tercanggih Amerika saat itu, pesawat supersonic F-104 Starfighter dan F-5 Tiger. Sementara Belanda masih mengandalkan pesawat-pesawat peninggalan Perang Dunia II seperti P-51 Mustang.

Sebagai catatan, kedahsyatan pesawat-pesawat MiG-21 dan MiG-17 di Perang Vietnam sampai mendorong Amerika mendirikan United States Navy Strike Fighter Tactics Instructor, pusat latihan pilot-pilot terbaik yang dikenal dengan nama TOP GUN.


Indonesia juga memiliki armada 26 pembom jarak jauh strategis Tu-16 Tupolev (Badger A dan B). Ini membuat Indonesia menjadi salahsatu dari hanya 4 bangsa di dunia yang mempunyai pembom strategis, yaitu Amerika, Rusia, dan Inggris. Pangkalannya terletak di Lapangan Udara Iswahyudi, Surabaya.

Bahkan China dan Australia pun belum memiliki pesawat pembom strategis seperti ini. Pembom ini juga dilengkapi berbagai peralatan elektronik canggih dan rudal khusus anti kapal perang AS-1 Kennel, yang daya ledaknya bisa dengan mudah menenggelamkan kapal-kapal tempur Barat.

Indonesia juga memiliki 12 kapal selam kelas Whiskey, puluhan kapal tempur kelas Corvette, 9 helikopter terbesar di dunia MI-6, 41 helikopter MI-4, berbagai pesawat pengangkut termasuk pesawat pengangkut berat Antonov An-12B. Total, Indonesia mempunyai 104 unit kapal tempur. Belum lagi ribuan senapan serbu terbaik saat itu dan masih menjadi legendaris sampai saat ini, AK-47.

Ini semua membuat Indonesia menjadi salasahtu kekuatan militer laut dan udara terkuat di dunia. Begitu hebat efeknya, sehingga Amerika di bawah pimpinan John F. Kennedy memaksa Belanda untuk segera keluar dari Papua, dan menyatakan dalam forum PBB bahwa peralihan kekuasaan di Papua, dari Belanda ke Indonesia adalah sesuatu yang bisa diterima.


8 Blogger Tersukses Dunia !!

Orang orang sukses dari internet? siapa saja mereka..? bagaimana mereka bisa sukses?..seperti apa blog/web mereka? kontennya apa? dari mana sumber uangnya? bagaimana trafficnya..? dan banyak pertanyaan semacamnya yang muncul di benak saya. Pertanyaan semacam itu muncul karena rasa penasaran yang kuat terhadap kesuksesan dalam bisnis online di internet.  Web blog yang ditujukan untuk making money online atau making money from home atau apalah orang menyebutnya, tentunya harus dapat mengambil pelajaran dari mereka.

Dan tentunya terdapat pelajaran yang mahal, jika saja dapat mengambilnya dari sana. Tidak masalah pelaku bisnis online internet di Indonesia atau luar Indonesia, mungkin berbeda dalam aplikasi dan pelaksanaannya di lapangan. Tetapi inti ilmu pengetahuan selalu sama bukan?

Berikut 8 orang yang sukses dari bisnis online internet yang didapat dari www.pesancewekbispak.blogspot.com. Kita akan coba perhatikan satu persatu.

1. BoingBoing.net

Boingboing.net. Pemiliknya bernama Mark Frauenfelder, seorang penulis dan ilustrator. Mark pernah bekerja sebagai kolumnis bulanan “living online” di majalah Play Boy selama kurang lebih 3 tahun.

Didirikan : January, 2000
Penghasilan : Rp 1 Milyar per tahun
Topik Blog : Komik, fiksi ilmiah, komputer, dan teknologi
Trafik : 22 juta page views dan 2,6 juta unique visitors (pengunjung blog yang berasal dari 1 alamat IP tertentu) per bulan
Update : 20-40 postingan per hari dengan 4 penulis bayaran
Sumber penghasilan : Iklan dengan tarif US $ 350 per minggu (yang button kecil), iklan banner $ 2000 – $ 3000 untuk minimum 170,000 impresion.

2. ShoeMoney.com

Pemilik blog adalah Jeremy Schoemaker, pria berkepala plontos asal Amerika Serikat yang berpenampilan eksentrik.
Didirikan : Oktober 2005
Penghasilan : $12,000 per bulan (setara Rp 1,4 milyar per tahun)
Topik : Make money online
Trafik : 20,000 unique visitors per hari
Sumber penghasilan : Produk sendiri, AuctionAds, dan Adsense
Jumlah visitor : 20,000 per hari.

3. Talkingpointsmemo.com

Pemilik: Josh Marshall. Mantan reporter politik yang menjadi full-time blogger.
Didirikan : November 2000
Penghasilan : $54,000 per bulan (setara Rp 5,4 milyar per tahun)
Topik : Politik
Trafik : 500,000 page views per minggu
Sumber penghasilan : Iklan, afiliasi



4. perezhilton.com

Pemiliknya Mario Lavandeira. Simak kata-katanya ini, “Advertisers come to me because I get a lot of traffic. I get a lot of traffic because I work hard”.

Didirikan : September 2004
Penghasilan : $110,000 per bulan (setara Rp 13,2 milyar per tahun)
Topik: Gosip selebriti
Update : 20 postingan per hari
Trafik : 4 juta unique visitors per hari
Sumber penghasilan : Iklan (1 banner bertarif $13,000 per hari)
Perez Hilton memang blog selebriti dunia. Pemiliknya pun menjadi selebriti. Bahkan, dia menjadi juri dalam pemilihan Miss America 2009.

5. Gothamis.com

Pemiliknya adalah Jake Dobkin. “Advertisers like the demographics: young, educated, and often wealthy readers. A real draw for the city-based sites is the ability to target online ads geographically. It’s a benefit that some of the other independent publishers or blog networks can’t offer,” Dobkin says.

Didirikan : Januari 2003
Penghasilan : $50,000 per bulan (setara Rp 6 milyar per tahun)
Topik : Dinamika kota New York, seni, makanan, events, dan 7 kota-kota metropolitan dunia
Update : 20-25 postingan per hari (lebih dari 5 penulis)
Trafik : 7 juta page views per bulan
Sumber penghasilan : Iklan

6. TechCrunch.com

Pemiliknya adalah Michael Arrington. “Our advertisers are people who want to reach a tech audience and an early-adopter audience. It’s a targeted audience that spends a lot of money,” Arrington says

Didirikan : Juni 2005
Penghasilan : $200,000 per bulan (setara Rp 24 milyar per tahun)
Topik : gear, mobile technology, and sites
Trafik : 5 juta page views per bulan
Sumber penghasilan : Iklan (button kecil tarifnya $300 dan banner $ paling kecil $1,000 per minggu) dan job board

7. Mashable.com

Pemiliknya adalah Pete Cashmore. “Now it’s more than a full-time job. Bloggers don’t get much sleep,” he says

Didirikan: Juli 2005
Penghasilan : $166,000 per bulan (setara Rp 19,9 milyar per tahun)
Topik : Ttrend of mashups
Trafik : 4 juta page views per bulan
Sumber uang utama : Iklan teks (tarifnya $100 per minggu) dan banner (tarifnya $2,000 per minggu)

Memang blogger harus banyak begadang, sedikit tidur biar seperti Mashable tuh

8. Problogger.net



Pemiliknya Darren Rowse. Ia sering dijuluki Bapaknya para blogger yang make money blogging. Dengan bantuannya (dibahas dan mempersilakan para blogger menjadi guest blogger di blognya), banyak blogger yang menjadi terkenal (misalnya Yaro Starak, Chris Garret) dan meraup ribuan dolar per bulannya.

Didirikan : November 2004
Penghasilan : $100,000 per tahun (setara Rp 1 milyar)
Topik : Make money online dan make money blogging
Up date : 1-2 postingan per hari
Trafik : 1,5 juta pengunjung per bulan
Sumber uang utama : Chitika, Google AdSense, Text Link Ads, dan Amazon Associates.
.........................

Apakah sudah didapat gambaran bagaimana mereka bisa sukses? Ada banyak faktor berbeda memang antara satu sama lain. Tapi menurut saya intinya adalah satu! yakni kerja keras! dan kedua dibarengi dengan skill yang memadai!.

Apakah Anda memiliki keduanya? sangat bagus!. Apakah Anda mau dan bisa kerja keras? itu yang terbagus. Anda mungkin berfikir tidak mempunyai skill yang memadai. Inilah jawabannya: Apa Anda setuju jika saya mengatakan bahwa skill Anda bisa dipelajari? dengan belajar dan tentunya kerja keras?. Jika Anda punya kemauan dan keinginan yang kuat pasti Anda akan melakukan apapun untuk mendapatkan keinginan Anda bukan?.

Dalam dunia cinta kita kenal pepatah "lautan akan kusebrangi dan gunung tinggi akan kudaki". Coba terapkan pepatah itu pada keinginan sukses Anda di bisnis online internet dan money from home Anda. Jangan jadikan kekurangan sebagai halangan untuk melangkah!, tapi jadikan ia sebagai pendorong semangat Anda. Pejalari apa yang Anda belum tahu, dan laksanakan setelah Anda mengetahuinya.

Bosan? Jemu? Males? karena setelah sekian lama belum juga mendapatkan hasil?. Ok..itu saya sebut titik jemu. Semua orang di semua jenis pekerjaan pasti mengalami titik jemu ini. Itu wajar!. dan jemu itu akan segera lenyap sesaat setelah Anda mengingat bahwa Anda adalah orang yang pantang menyerah!, pantang putus asa! dan seterusnya.

Trial and error? ohoo itu wajib kita lalui bro!. Adalah keberuntungan yang langka jika Anda tidak mengalaminya. Ini namanya proses, dan proses harus dilalui sebelum mencapai tujuan. Dan jelas tidak akan sampai tujuan jika tidak melalui proses. So..kenapa tidak mulai sekarang juga proses-proses itu!. Orang orang yang sukses saat ini, adalah orang orang yang melalui proses satu atau dua atau tiga tahun yang lalu. Apakah Anda sepakat dengan yang ini..?

Apakah Anda juga akan setuju jika saya mengatakan bahwa sukses itu hanya jika kita memulai dari nol? Ingat! tangga selalu dimulai dari anak tangga pertama dari bawah dan bukan dihitung dari atas!. Maka kemudian yang ada adalah puncak tangga atau puncak kesuksesan, bukannya dasar tangga atau dasar kesuksesan.

Posting ini sengaja saya tulis panjang lebar dengan tujuan untuk menyemangati diri saya khususnya dan umumnya siapa saja yang secara kebetulan atau tidak membaca psoting ini. Mari tanamkan dalam pikiran kita untuk selalu kerja keras dan terus belajar (maksudnya dalam semua hal).

Selamat berjuang! Good luck and terimakasih dan semoga bermanfaat..

Catatan :

"Ilmu menjadi berguna hanya jika dapat mengambilnya, dan ilmu hanyalah setumpuk sampah bagi orang orang yang tidak bisa mengambilnya!"
 Anda mau komentar? Itu semangat untuk saya! dan pasti Anda adalah orang yang mempunyai semangat sukses atau bahkan Anda adalah orang sukses karena Anda mempunyai semangat sukses!


Sabtu, 12 Februari 2011

10 orang terkaya di dunia tahun 2010

berkshire hathaway new york hotel college education divorce law gate Steve Forbes, direktur, CEO dan Kepala Redaksi Majalah Forbes telah mengadakan konferensi pers di New York, Amerika Serikat, 10 Maret 2010 lalu. Seperti tahun-tahun sebelumnya, di tahun 2010 inipun majalah bisnis Amerika tersebut merilis daftar orang terkaya di dunia terbaru. . Daftar yang disusun tahun ini menunjukkan kenaikan jumlah orang kaya, yakni 1.011 orang, naik dibandingkan 793 tahun lalu meski tak sebanyak tahun 2008 yang mencapai 1.125. Dalam daftar tampak pula bahwa orang-orang terkaya di dunia masih didominasi warga AS, yakni sebesar 40 persen. Meski begitu, angka ini turun dibandingkan persentase tahun lalu yang besarnya 45 persen. . Dari deretan atas daftar 10 orang terkaya di dunia tersebut masih didominasi wajah-wajah lama seperti Bill Gates, Warren Buffet, Laskmi Mittal dan beberapa yang lain. Dan untuk urutan pertama orang terkaya di dunia 2010 ini dipegang oleh Carlos Slim dari Meksiko dengan total kekayaan mencapai USD 53,5 Miliar terpaut lebih banyak USD 500 juta dari runner up yang dipegang oleh Bill gates bos dari Microsoft. . Tahun inipun jumlah orang terkaya di dunia. yang berhasil didata meningkat dari 793 orang terkaya menjadi 1,011 orang. Sebagian besar masih didominasi oleh warga Amerika Serikat (40%) dan terbesar dari kota New York. Negara kedua penghasil orang terkaya di dunia dipegang Cina yang menggeser Russia yang pada tahun lalu menjadi runner up. Jumlah orang terkaya dari Cina meningkat cukup tajam diikuti peningkatan jumlah orang terkaya dari Asia lainnya yang cukup naik tahun ini. Daftar 10 Orang Terkaya di Dunia 2010 1. CARLOS SLIM HELU Net Worth : $53.5 Billion Fortune : Self made Source : Telecom Age : 69 Country Of Citizenship : Mexico Residence : Mexico City Industry : Telecommunications Education : NA Marital Status : Widowed, 6 children 2. BILL GATES Net Worth : $53.0 Billion Fortune : Self Made Source : Microsoft Age : 54 Country Of Citizenship : United States Residence : Medina, Washington Industry : Software Education : Harvard University, Drop Out, Marital Status : Married, 3 children 3. WARREN BUFFETT Net Worth : $47.0 Billion Fortune : Self Made Source : Berkshire Hathaway Age : 79 Country Of Citizenship : United States Residence : Omaha, Nebraska Industry : Investments Education : Columbia University, Master of Science Marital Status : Widowed, remarried, 3 children 4. MUKESH AMBANI Net Worth : $29.0 Billion Fortune : Inherited and Growing Source : Petrochemicals Age : 52 Country Of Citizenship : India Residence : Mumbai Industry : Manufacturing Education : University of Bombay, Bachelor of Arts/Science Marital Status : Married, 3 children 5. LAKSHMI MITTAL Net Worth : $28.7 Billion Fortune : Inherited and Growing Source : Steel Age : 59 Country Of Citizenship : India Residence : London Industry : Steel Education : St Xavier’s College Calcutta, Bachelor of Arts/Science Marital Status : Married, 2 children 6. LAWRENCE ELLISON Net Worth : $28.0 Billion Fortune : Self made Source : Oracle Age : 65 Country Of Citizenship : United States Residence : Redwood City, California Industry : Software Education : University of Illinois, Drop Out Marital Status : Married, 2 children 7. BERNARD ARNAULT Net Worth : $27.5 Billion Fortune : Inherited and Growing Source : LVMH Age : 61 Country Of Citizenship : France Residence : Paris Industry : Retail Education : Ecole Polytechnique, Bachelor of Arts / Science Marital Status : Married, 5 children 8. EIKE BATISTA Net Worth : $27.0 Billion Fortune : Self Made Source : Mining, Oil Age : 53 Country Of Citizenship : Brazil Residence : Rio de Janeiro Industry : Retail Education : RWTH Aachen University, Drop Out Marital Status : Divorced, 2 children 9. AMANCIO ORTEGA Net Worth : $25.0 Billion Fortune : Self Made Source : Zara Age : 74 Country Of Citizenship : Spain Residence : La Coruna Industry : Retail Education : NA Marital Status : Married, 3 children 10. KARL ALBRECHT Net Worth : $23.5 Billion Fortune : Self Made Source : Aldi Age : 90 Country Of Citizenship : Germany Residence : Mulheim an der Ruhr Industry : Retail Education : NA Marital Status : Married, 2 children ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ Sementara itu orang terkaya termuda dipegang oleh pendiri jejaring sosial paling terkenal saat ini Facebook yaitu Mark Zuckerberg yang berusia 25 tahun. Seperti diumumkan oleh majalah Forbes, Zurkerberg ada pada urutan 785 dalam daftar orang terkaya di dunia. Forbes Associate Editor mengatakan, “Ia adalah milyader termuda di dunia, dan ia menghasilkan kekayaan dengan usahanya sendiri.” Mark Zurkerberg memiliki nilai kekayaan sebesar $1.5 milyar kira-kira sama dengan kekayaan yang dimiliki Oprah Winfrey. Pada awal penemuan facebook, pertengahan 2004 Friendster mengajukan tawaran kepada Zuckerberg untuk membeli Facebook seharga 10 juta US Dollar, dan Zuckerberg pun menolaknya. Selain menolak tawaran dari Friendster seharga 10 juta US Dollar, Zuckerberg juga pernah menolak tawaran dari Viacom yang ingin membeli Facebook seharga 750 juta US Dollar, dan tawaran dari Yahoo yang ingin membeli Facebook seharga 1 milyar US Dollar.*** Sumber : forbes.com



Jumat, 11 Februari 2011

Ketika Yahudi Menyatakan Perang

Ketika Yahudi Menyatakan Perang
Petikan dari koran tua ini saya muat dengan maksud untuk melengkapiSetali Yahudi dan Nazi yang dimuat di Rakyat Merdeka bulan Mei 2005, sepulang saya dari perjalanan ke Jerman. Dalam kunjungan ke Jerman itu saya sempat mendatangi dua bekas kamp konsentrasi Nazi di era Perang Dunia Kedua.
Daily Express
Friday, March 24, 1933

JUDEA DECLARES WAR ON GERMANY
Jews Of All The World Unite In Action
Boycott Germany Product
A strange and unforeseen sequel has emerged from the stories of German Jew-baiting.
The whole of Israel throughout the world is uniting to declare an economic and financial war on Germany.
Hitherto the cry has gone up: “Germany is persecuting the Jews.”
If the present plans are carried out, the Hitlerite cry will be: “The Jews are persecuting Germany.”
All Israel is rising in wrath against the Nazi onslaught on the Jews. Adolph Hitler, swept into power by an appeal of elemental patriotism, is making history of a kind he least expected. Thinking to unite only the German nation to race consciousness, he has roused the whole Jewish people to national renascence.
The appearance of the Swastika symbol of a new Germany has called forth the Lion of Judah, the old battle symbol of Jewish defiance.
Fourteen million Jews, dispersed throughout the world, have banded together as one man to declare war on the German persecutors of their co-religionists. Sectional differences and antagonisms have been submerged in one common aim – to stand by the 600,000 Jews of Germany who are terrorised by Hitlerite anti-Semitism and to compel Fascist Germany to end its campaign of violence and suppression directed against its Jewish minority.
World Jewry has made up its mind not to rest quiescent in face of this revival of medieval Jew-baiting.
Germany may be called on to pay a heavy price for Hitler’s antagonism to the Jews. She is faced with an international boycott in commerce, finance, and industry.
The Jewish merchant prince is leaving his counting-house, the banker his board-room, the shopkeeper his store, and the pedlar his humble barrow, to join together in what has become a holy war to combat the Hitlerite enemies of the Jew.
Plans for concerted Jewish action are being matured in Europe and America to strike back in reprisal at Hitlerite Germany.
In London, New York, Paris, and Warsaw Jewish merchants are waiting for a commercial crusade.
Resolutions are being taken throughout the Jewish business world to sever trade relations with Germany.
Large numbers of merchants in London have resolved to stop buying German goods, even at the cost of suffering heavy loss.
A meeting of the Jewish textile trade in London has been called for Monday to consider the situation and to determine what steps should be taken.
Germany is a heavy borrower in foreign money markets, where Jewish influence is considerable. Continued anti-Semitism in Germany is likely to react seriously against her. A move is on foot on the part of Jewish financiers to exert pressure to force anti-Jewish action to stop.
The Organisation of Jewish Youth in Britain are organizing demonstrations in London and the provinces during the weekend.
The Board of Deputies of British Jews, representing the entire Jewish community of Great Britain, are meeting in special session on Sunday to discuss the German situation, and to decide on what action should be taken to counteract the attacks on their German fellow-Jews.
World-wide preparations are being made to organize demonstrations of protest.
EMBARGO IN POLAND
A concerted boycott by Jewish buyers is likely to involve grave damage to the German export trade. Jewish merchants all over the world are large buyers of German manufactured goods, chiefly cotton goods, silks, toys, electrical fittings, and furniture.
In Poland, the trade embargo on Germany is already in operation. In France, a proposed ban on German imports is being widely canvassed in Jewish circles.
German Transatlantic shipping traffic is likewise threatened. The Bremen and the Europa, the German crack liners, may suffer heavily from a Jewish anti-German boycott. Jewish trans-ocean travellers form an important part of the patrons of these liners because of their extensive part in international trade. The loss of their patronage would be a heavy blow to Germany’s Atlantic trade.
In New York yesterday 10,000 Jewish ex-soldiers marched to the City Hall to hold a protest demonstration.
Large crowds watched the men, some of whom wore old British uniforms, petition the mayor to support them in a boycott of German goods.
Another petition was handed in at the British Consulate-General requesting that Palestine should receive refugees from Germany without restriction.
Members of the American House of Representatives are introducing resolutions protesting against the anti-Jewish excesses in Germany. The American trade unions, representing 3,000,000 workers, have also decided to join in the protest.
A rabbinical decree in New York has made the next Monday a day of fasting and prayer over the Hitler campaign.
Fasting will begin on Sunday at sunset and finish at sunset on Monday.
All Jewish shops in New York will be closed on Monday during a parade.
Apart from a monster meeting in Madison-square Garden, meetings are to be held in 300 American cities.
Madison-square Garden will see the remarkable sight of Bishop Manning speaking from a Jewish platform appealing for an end of the Hitler “terror.”
DAY OF SERMONS
It had been arranged to charge a shilling admission and 5 s. for box seats, but a public-spirited Jew, Frank Cohen, an insurance broker, gove [sic] a personal cheque for L 1,000 to cover all expenses, so admission will be free.
Every rabbi in the city of New York has been placed under a sacred obligation by rabbinical decree to devote Saturday’s sermon to the plight of Jews in Germany.
Representative Jewish organisations in the European capitals are understood to be making representations to their various Governments to use influence with the Hitler Cabinet to induce it to call a halt in the oppression of the German Jews.
The old and reunited people of Israel are rising with new and modern weapons to fight their age-old battle with their persecutors.


The Untold Story of Nazi Racial Laws and Men of Jewish Descent in the German Military

Hitler's Jewish Soldiers:
The Untold Story of Nazi Racial Laws and Men of Jewish Descent in the German Military







On the murderous road to "racial purity" Hitler encountered unexpected detours, largely due to his own crazed views and inconsistent policies regarding Jewish identity. After centuries of Jewish assimilation and intermarriage in German society, he discovered that eliminating Jews from the rest of the population was more difficult than he'd anticipated. As Bryan Mark Rigg shows in this provocative new study, nowhere was that heinous process more fraught with contradiction and confusion than in the German military. Contrary to conventional views, Rigg reveals that a startlingly large number of German military men were classified by the Nazis as Jews or "partial-Jews" (Mischlinge), in the wake of racial laws first enacted in the mid-1930s. Rigg demonstrates that the actual number was much higher than previously thought--perhaps as many as 150,000 men, including decorated veterans and high-ranking officers, even generals and admirals. As Rigg fully documents for the first time, a great many of these men did not even consider themselves Jewish and had embraced the military as a way of life and as devoted patriots eager to serve a revived German nation. In turn, they had been embraced by the Wehrmacht, which prior to Hitler had given little thought to the "race" of these men but which was now forced to look deeply into the ancestry of its soldiers. The process of investigation and removal, however, was marred by a highly inconsistent application of Nazi law. Numerous "exemptions" were made in order to allow a soldier to stay within the ranks or to spare a soldier's parent, spouse, or other relative from incarceration or far worse. (Hitler's own signature can be found on many of these "exemption" orders.) This photo of "half-Jew" Werner Goldberg, who was blond and blue-eyed, was used by a Nazi propaganda newspaper for its title page. Its caption: "The Ideal German Soldier."But as the war dragged on, Nazi politics came to trump military logic, even in the face of the Wehrmacht's growing manpower needs, closing legal loopholes and making it virtually impossible for these soldiers to escape the fate of millions of other victims of the Third Reich. Based on a deep and wide-ranging research in archival and secondary sources, as well as extensive interviews with more than four hundred Mischlinge and their relatives, Rigg's study breaks truly new ground in a crowded field and shows from yet another angle the extremely flawed, dishonest, demeaning, and tragic essence of Hitler's rule.

"Through videotaped interviews, painstaking attention to personnel files, and banal documents not normally consulted by historians, and spurred by a keen sense of personal mission, Rigg has turned up an unexplored and confounding chapter in the history of the Holocaust. The extent of his findings has surprised scholars."--Warren Hoge, New York Times.

"The revelation that Germans of Jewish blood, knowing the Nazi regime for what it was, served Hitler as uniformed members of his armed forces must come as a profound shock. It will surprise even professional historians of the Nazi years." --John Keegan, author of The Face of Battle and The Second World War.


"An impressive work filled with interesting stories. . . . By helping us better understand Nazi racial policy at the margins--i.e., its impact on certain members of the German military--Rigg's study clarifies the central problems of Nazi Jewish policies overall."--Norman Naimark, Stanford University, author of Fires of Hatred: Ethnic Cleansing in Twentieth-Century Europe.

"Half-Jew" Colonel Walter H. Hollaender, decorated with the Ritterkreuz and German-Cross in Gold; he received Hitler's Deutschblütigkeitserklärung. (Military awards: Ritterkreuz, German-Cross in Gold, EKI, EKII, and Close Combat Badge.)"An illuminating and provocative study that merits a wide readership and is sure to be much discussed."--Dennis E. Showalter, Colorado College, author of Tannenberg: Clash of Empires.

"An outstanding job of research and analysis. Rigg's book will add a great deal to our understanding of the German military, of the place of Jews and people of Jewish descent in the Nazi state, and of the Holocaust. It forces us to deal with the full, complex range of possible actions and reactions by individuals caught up in the Nazi system."--Geoffrey P. Megargee, author of Inside Hitler's High Command.

"With the skill of a master detective, Bryan Rigg reveals the surprising and largely unknown story of Germans of Jewish origins in the Nazi military. His work contributes to our understanding of the complexity of faith and identity in the Third Reich."--Paula E. Hyman, Yale University, author of Gender and Assimilation in Modern Jewish History and The Jews of Modern France.

"A major piece of scholarship which traces the peculiar twists and turns of Nazi racial policy toward men in the Wehrmacht, often in the highest ranks, who had partly Jewish backgrounds. Rigg has uncovered personal stories and private archives which literally nobody knew existed. His book will be an important contribution to German history."--Jonathan Steinberg, University of Pennsylvania, author of All or Nothing: The Axis and the Holocaust 1941-1943.

"An original, groundbreaking, and significant contribution to the history of the Wehrmacht and Nazi Germany."--James S. Corum, School of Advanced Air Power Studies, author of The Roots of Blitzkrieg and The Luftwaffe.

"Rigg's work has discovered new academic territory."--Manfred Messerschmidt, Freiburg University, author of Die Wehrmacht im NS-Staat (The Wehrmacht in the Nazi State).


Setali Yahudi Dan Nazi

8 MEI lalu penulis menghadiri peringatan 60 tahun berakhirnya Perang Dunia Kedua di Eropa. Acara peringatan itu digelar di sebuah persimpangan jalan, di luar kota Hannover, Jerman.
Upacara berlangsung sederhana. Beberapa bangku panjang diletakkan di tengah lapangan kecil di pinggir jalan. Podium disiapkan tak jauh dari sebuah monumen yang didirikan untuk mengenang Holocaust. “Ode to My Family” dan “No Need to Argue”, dua lagu Cranberries, mengiringi upacara.
Jangan bandingkan upacara kecil ini dengan upacara gegap gempita di Moskow yang dihadiri belasan kepala negara, termasuk George W Bush, Jacques Chirac, Gerard Schroeder, dan Vladimir Putin sebagai tuan rumah. Atau, peresmian monumen Holocaust terbesar yang dipersembahkan bagi orang Yahudi di Berlin tanggal 10 Mei.
Upacara di pinggir jalan yang diikuti penulis hanya dihadiri sekitar dua ratus orang. Beberapa di antara yang hadir adalah orang-orang yang lolos dari neraka kamp konsentrasi Jerman. Mereka datang dari berbagai negara. Mereka sudah sangat renta dan tak mampu berjalan tanpa bantuan orang lain.
Di seberang lokasi upacara tampak sebuah hutan kecil. Dulu, 60 tahun lalu, apa yang tampak sebagai hutan kecil itu adalah sebuah kamp konsentrasi. Namanya kamp konsentrasi Stocken. Seperti Bergen Belsen, bekas kamp konsentrasi lain yang disinggahi penulis dalam kunjungan ini, tak satu bangunan pun di kamp Stocken yang tersisa.
***
8 Mei 1945 pasukan Nazi Jerman menyerah tanpa syarat kepada pasukan Sekutu di Berlin. Bagi pasukan Sekutu peristiwa itu dikenal sebagai Victory in Europe Day (VE Day). Sementara orang Yahudi yang bertahan hidup di dalam kamp-kamp konsentrasi Jerman menyebutnya miracle atau keajaiban.
Kini Jerman termasuk negara Eropa yang memiliki populasi Yahudi terbesar. Hubungan antara Jerman dan Israel—yang diakui PBB sebagai negara tahun 1948—mencair pada tahun 1965. Sejak itu ratusan ribu orang Yahudi kembali menetap di Jerman.
Jerman pun merupakan partner utama Israel di samping Amerika Serikat. Kedua negara itu memiliki begitu banyak perjanjian kerjasama, mulai dari kerjasama militer dan intelijen hingga pembuatan film. Jerman disebut sebagai pasar terbesar Israel di Eropa, dan sebaliknya Israel menjadi pasar terbesar Jerman di Timur Tengah.
Namun ketegangan antara Jerman dan Israel dalam kadar tertentu masih terasa. Dan, bukan berarti karena Jerman harus menanggung akibat dari kekejaman Hitler di masa lalu, lantas Jerman rela mengekor apa pun langkah politik Israel.
The Economist edisi Mei 2005 mengutip, dalam polling yang dilakukan Universitas Bielefeld tahun lalu, misalnya, tak kurang dari 80 persen rakyat Jerman marah melihat perlakuan Israel terhadap Palestina. Menurut mereka apa yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina tak ada bedanya dengan apa yang dilakukan Nazi di masa Perang Dunia Kedua terhadap orang Yahudi.
Masih menurut The Economist, imigran Yahudi di Jerman pun mulai jadi persoalan. Dewan Pusat Komunitas Yahudi di Jerman saat ini sedang bernegosiasi dengan pemerintah Jerman mengenai batas jumlah imigran Yahudi yang diperbolehkan masuk ke negara itu. Sementara pemerintah Jerman hendak menerapkan seleksi terhadap imigran Yahudi berdasarkan sejumlah kriteria, seperti kemampuan berbahasa Jerman dan peluang memperoleh pekerjaan di Jerman. Maklumlah, hidup semakin mahal di Jerman.
Warga Israel juga punya pandangan yang relatif negatif terhadap “bekas musuh” mereka ini. Dalam sebuah polling yang baru-baru dilakukan di Israel, sebanyak 37 persen generasi muda Israel melihat Nazi berpeluang kembali berkuasa di Jerman.
Pemerintah Israel pun khawatir kebijakan politik luar negeri Jerman akan lebih ditentukan pada konsensus Uni Eropa yang cenderung berseberangan dengan kebijakan saudara utama Israel, Amerika Serikat. Israel khawatir lambat laun Jerman akan melupakan kewajiban sejarah mereka sebagai pihak yang paling bersalah atas penderitaan orang Yahudi selama Perang Dunia Kedua.
***
dailyexpress_march1933_judeafrontpagejpg
Siapa di antara kedua kubu itu yang lebih dahulu menyebar kebencian? Komunitas Yahudi yang tersebar di seluruh penjuru dunia, atau pemerintahan Third Reich di bawah kekuasaan Hitler?
Menurut sebuah catatan, orang Yahudi lah yang pertama kali menyatakan perang terhadap Jerman. Pernyataan perang itu diputuskan dalam pertemuan para pemimpin Yahudi dari seluruh penjuru dunia tanggal 23 Maret 1933, atau enam tahun sebelum perang yang sesungguhnya dimulai.
Deklarasi itu diberitakan secara luas, termasuk oleh harian yang terbit di London, Inggris, Daily Express. Koran itu menurunkan headline berjudul “Judea Declares War on Germany”. Pertemuan para pemimpin Yahudi itu pun memutuskan boycott terhadap produk-produk Jerman dan menghentikan kerjasama mereka dengan pengusaha Jerman.
Tanpa disadari, pernyataan perang melawan Jerman dan aksi boycott itu telah menyulut gerakan anti-Yahudi di Jerman. Orang Yahudi di Jerman, misalnya, dilarang bekerja sebagai dosen dan jurnalis.
Deklarasi perang yang diumumkan Yahudi itu pun telah memicu rasisme di negara-negara lain. Di Amerika, orang-orang Jepang ditangkapi. Di Kanada dan Inggris, orang-orang Italia dimasukkan ke bui.


Perlantikan William Daley Terhadap Negara Malaysia

Perlantikan William M. Daley pada 6 Januari lalu sebagai Setiausaha Ekonomi Amerika dalam kerajaan Obama sangat memberi tekanan tersirat kepada rakyat Malaysia.
Apakah kaitan rakyat Malaysia dengan perlantikan Daley?
Tidak ada kena-mengena tetapi hakikat yang besar dapat dilihat pada perlaksanaan program pemvaksinan percuma HPV kepada rakyat Malaysia. Semenjak pelancaran program vaksin HPV percuma itu ramai pihak yang membantah khususnya Persatuan Pengguna Pulau Pinang (CAP).
Semua pihak sedia maklum (pihak2 yang mahu berfikir) bahawasanya vaksin Gardasil yang dibeli Kementerian Kesihatan amat diragui akan kandungannya. Malah program pemvaksinan percuma itu juga diragui kerana dibuat dalam keadaan tergesa-gesa tanpa mempertimbangkan pandangan masyarakat.
Gardasil (vaksin HPV) yang diberikan kepada pelajar-pelajar perempuan Malaysia jika di luar negara, pastinya menghadapi tekanan hebat dari masyarakat antarabangsa. Syarikat pengeluar Gardasil pula sentiasa menghadapi saman berjuta-juta oleh rakyat kerana menyebabkan kematian.
Tetapi bila terlantiknya William M. Daley, ia terbukti rungutan rakyat Malaysia tidak akan dipedulikan oleh kementerian kerana Daley adalah ahli lembaga pengarah syarikat Meck & Co. iaitu pengeluar vaksin Gardasil yang diimport kementerian kesihatan.
Keadaan ini memungkinkan wujud dua pilihan untuk kerajaan iaitu:
  1. Sama ada mengutamakan aduan rakyat tentang bahaya Gardasil
  2. Atau mengutamakan hubungan dua hala antara Malaysia dan Amerika.
Sekiranya kerajaan membatalkan serta-merta vaksin HPV keluaran Merck & Co., ia secara tidak langsung telah menarik perhatian William M. Daley sebagai setiausaha kerajaan Obama. Kemungkinan usaha kerajaan Malaysia untuk mendapat perhatian Amerika mungkin terjejas. Selain itu, Perdana Menteri juga perlu menjawab berkenaan punca pembatalan tersebut jika ditanya oleh Daley.
Jika kerajaan berani memutuskan pembelian Gardasil dan memilih vaksin lain, hanya ada satu jenis vaksin lagi yang dikeluarkan iaitu Cerverix, itu pun keluaran GlaxoSmithKline (GSK) syarikat pengeluar vaksin H1N1 yang penuh kontroversi.
Ringkasnya, jika kerajaan memilih pilihan (1) maka hubungan baik dengan kabinet Obama mungkin sedikit terjejas dan kerajaan perlu menjaga hubungan ini.
Keduanya, jika kerajaan memilih pilihan ke-2 maka secara automatiknya, kerajaan telah membelakangkan slogan yang dicanang-canangkan di seluruh Malaysia iaitu
“Rakyat didahulukan, pencapaian diutamakan”.
Ini sudah pasti boleh menjadi modal besar kepada pihak pembangkang dalam menghadapi pilihanraya akan datang.
Berikut ialah kesan-kesan sampingan akibat Gardasil yang tidak didedahkan Kementerian Kesihatan
  1. 1. Guillain-Barre Syndrome
  2. 2. Thromboembolic Events
  3. 3. Amyotrophic Lateral Sclerosis
  4. 4. Seizures and/or Epilepsy
  5. 5. Paralysis
  6. 6. Severe Allergic Reactions


Archives

Pengikut

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More